Hai, rasanya canggung sekali setelah sekian lama tidak menulis. Tahun 2021 aku telat membayar perpanjangan domain. Sejauh yang kuingat itu karena sedang dalam masa sulit Covid-19. Aku bekerja di Madiun, terisolasi sementara waktu. Penghasilan? tentu saja mengalami banyak penyesuaian. Apa yang membuatku akhirnya mengaktifkan domain lagi padahal sudah 5 tahun berlalu?
Beberapa waktu lalu aku mampir ke hanatfutuh.com, blog milik kakak tingkat yang sudah aktif menulis sejak kuliah sampai sekarang. Di sana aku membaca sebuah kalimat yang kurang lebih begini "merawat ingatan lewat menulis". Dahiku berkerut, mencoba mengingat hal-hal yang aku lewatkan selama lima tahun terakhir. Ternyata banyak sekali yang hanya kuingat sepotong kecil. Lebih banyak hal menyakitkan daripada bahagianya. Padahal hidup mana yang selalu sengsara, iya kan? Bahagia dan luka pasti berdampingan. Tapi rasanya ingatanku berhenti di satu titik saja yaitu luka.
Wah, ini tidak baik, pikirku. Sepertinya ada yang salah. Memang setelah menjadi ibu aku menyadari bahwa daya ingatku menurun, kemampuanku untuk berkonsentrasi juga tidak sebaik sebelumnya. Jujur saja lima tahun belakangan aku malas sekali membaca sampai tuntas. Menulis? Ya hanya sekadar mencatat urusan pekerjaan di notes ponsel.
Benar juga yang Mbak Hanat tulis, menulis bisa jadi salah satu cara untuk merawat ingatan. Tanpa banyak berpikir, aku mengirim pesan di instagram kepada salah satu adik tingkat yang dulu membantuku membuat kutuhati.com. Dia menyarankanku menghubungi pihak penyedia domain untuk memastikan apakah domainku masih bisa diaktifkan kembali. Ternyata masih bisa, wah aku senangnya bukan main. Kubayar perpanjangan domain 129 ribu. Kuanggap sebagai hadiah ulang tahunku.
Apakah terkesan menyedihkan? 129 ribu untuk sebuah hadiah yang kuberikan untuk diri sendiri? Ah tidak juga. Ini ulang tahun spesial karena 30 untuk usia 30. Maka aku ingin memberikan ruang yang panjang dan luas untuk menulis.
Selamat datang usia 30, kita menulis lagi ya.



0 Comments