Sumber gambar: kompasiana.com
Hai, aku Gita. Tapi ada juga yang panggil April. Kali ini aku mau berbagi cara move on dari mantan. Move on itu artinya “berpindah”, jadi masih masih bersifat umum. Nggak harus tentang cinta, bisa juga move on dari baju kesayangan, motor kesayangan, sandal favorit, ikat rambut favorit, dan lain-lain. Cuma, kita lebih sering mengaitkan kata move on dengan dunia percintaan. Pasti udah akrab banget dong dengan kalimat GAGAL MOVE ON?
Sekarang, bisa jadi kamu juga sedang berada di fase ini. Makanya tertarik untuk baca. Atau, emang pengin mampir di blog aku dan mencari sesuatu untuk dihujat? Apaan si negatif thinking terus deh. Hihi. Oke balik ke move on. Di tulisan ini aku spesifik bahas tentang move on dari mantan ya, sesuai judulnya. Mantan yang aku maksud di sini bukan sekadar mantan pacar ya, tapi bisa juga mantan gebetan. Karena ada populasi manusia di bumi ini yang patah hati sebelum sempat memiliki.
Aku yakin, kalian udah melakukan berbagai usaha untuk move on dari dia. Bahkan ada yang udah melaluinya selama bertahun-tahun dan masih aja merasa gagal. Kenapa ya kok gagal? Kenapa hati kita masih tertuju ke dia?
Yuk mari sini sayang, aku ajak kamu menelaah, ceilah menalaah. Hihi. Emh, aku ajak kamu untuk menengok enam cara move on yang mungkin selama ini sedang atau sudah kamu coba, dan mana sih sebenernya yang paling pas buat kamu.
1. Ganti nomer telfon
Ada orang yang begitu putus atau gagal memiliki calon gebetan, mereka memilih untuk ganti nomer telfon, termasuk aku. Nggak tanggung-tanggung, kartunya aku patahin, buang deh ke tempat sampah. Kalau ingat kejadiannya jadi geli sendiri. Kamu pernah nggak lakuin itu? Gimana efeknya?
Menurut aku, seketika emosi kita akan tersalurkan. Semacam, oke fine! Bye! Tapi setelah itu ada hal-hal yang sedikit merepotkan diri sendiri. Mulai dari beli kartu lagi, registrasi ulang kartu, apalagi sekarang kan ada minimal registrasi. Nah, untuk orang-orang yang sebenernya males ribet dengan hal-hal kecil (sukanya ribet sama hal besar, seperti perihal menyelamatkan dunia), ini tuh asli bikin males. Tapi gimana lagi, kartu udah terlanjur dibuang mungkin. Kan mau nggak mau harus beli lagi. Belum nanti memasuki sesi menghubungi nomer di kontak untuk kasih tahu kalau nomer telfon kita ganti. Responnya juga macam-macam, ada yang sekadar oke aku save. Ada juga tanya kok ganti lagi, nomer yang dulu berarti udah nggak dipake? Kenapa ganti nomer?
Ya ampun, ngejelasinnya itu loh, males. Itu sih yang aku rasain. Bayangin misal kamu sering patah hati dan setiap kali itu terjadi kamu berniat untuk move on terus kamu ganti nomer, berapa orang di kontak hape yang kamu bikin kesel? Lama-lama orang juga males itu nyimpan nomer kamu. Mana ujung-ujungnya kalau nongol mau utang, atau nggak nyebar undangan. Hmm
Tapi positifnya ganti nomer yaitu kamu jadi punya nomer baru. Hihi. Ya iyalah.
2. Memblokir semua sosial media mantan
Cara yang satu ini juga nggak kalah popularnya. Uhuy. Bahkan, beberapa teman dekat kita mungkin pernah merekomendasikannya. Dan aku pun pernah pakai cara ini karena termakan rekomendasi teman. Tujuannya sih biar nggak usah tahu lagi apapun tentang mantan dan dia juga nggak perlu tahu tentang kita.
Tapi eh tapi, justru rasa penasaran semakin berkecamuk. Yaelah berkecamuk. Pokonya malah jadi penasaran. Semacam, dia apa kabar ya? Dia sedih nggak sih habis putus sama aku? Fotoku masih ada nggak ya di sosmednya? Dia punya gebetan baru nggak sih? Dan masih banyak lagi. Alhasil, ya, buka blokir. Damn!
Pokonya, cara nomer dua ini untuk orang-orang yang perpegang teguh pada prinsip “kita berakhir di dunia nyata, berakhir juga di dunia maya”. Nah, kalau kamu termasuk golongan tersebut, cara ini bisa jadi ampuh.
3. Menghilangkan jejak dokumentasi bersama pacar/gebetan
Cara ini akan sangat merepotkan kalau kamu adalah tipe orang yang suka post foto bareng pacar di sosmed. Misalkan, pacaran 5 tahun, seminggu tiga kali upload foto bareng, maka:
52 minggu x 3= 156 foto
Belum lagi postingan yang nggak ada foto dia tapi caption-nya tentang dia, ya kan harus dihapus atau diedit lah minimal. Itu yang di sosmed, belum yang di laptop mungkin, yang dicetak dan ditempel di dinding lengkap dengan lampu tumbler warna-warni, yang di dompet, di plafon kamar, di balik pintu, arghhh, pokonya banyak. Tapi ya nggak apa-apa agak repot. Yang penting hilangkan jejak dokumentasi. Hiya!
Buat yang punya sedikit banget dokumentasi bersama pacar/gebetan, betapa beruntungnya kamu kalau mau pakai cara ini, nggak ribet. Paling ngerasa sayang aja. Yaelah sayang, punya cuma sedikit, harus dibumihanguskan pula.
Selain menghilangkan jejak dokumentasi foto maupun video, bisa juga dengan membuang atau mengembalikan barang pemberian mantan. Intinya si, apapun yang berhubungan sama dia, musnahkan. Katanya, biar nggak lihat dan nggak keingat-ingat lagi. Gitu.
Eh tapi, aku masih simpan jaket dari mantan. Modelnya jaket baseball gitu, warnanya hitam abu-abu. Haha. Hai mantan, baca dong.
4. Cari pacar/gebetan baru
Cara keempat ini nggak semudah membalikkan telapak tangan. Ya karena ini adalah perihal membuka hati dan belajar memulai dari 0 lagi. Makanya nggak heran kalau ada orang udah lama putus tapi masih sendiri. Atau, udah deket banget sama gebetan eh gagal memiliki, terus ya udah. Males nyari gebetan lagi. Walaupun mungkin udah banyak teman yang kasih saran supaya cari pengganti. Ada juga yang gercep, tiba-tiba udah dapet yang baru. Bahkan lebih baik dari yang kemarin. Kalau aku sih nggak pakai cara ini. Asli, kalau diniatin cari yang baru malah nggak dapet aku tuh. Haha.
Bagi kamu yang mau pakai cara ini, pesan aku, nggak perlu buru-buru, nggak usah paksain dapet yang baru hanya kerena nggak betah kelamaan sendiri, jangan jadiin yang baru sebagai pelampiasan. Kalau kamu emang butuh jeda, kasihlah jeda. Oke?
5. Pindah kota/tempat tinggal/tempat kerja
Cara ini ala-ala di novel atau film-film gitu ya. Intinya, cari suasana baru. Karena dengan suasana baru bisa membuat pikiran kita lebih tenang. Sebelum memutuskan untuk pindah, ada baiknya kamu pikirin dulu dengan kepala yang berisi otak. Karena ya, dunia belum berakhir setelah kalian putus; Indomie masih seleraku, Le minerale masih ada manis-manisnya gitu, KFC juga masih jagonya ayam.
6. Tetap menjalin komunikasi
Cara yang satu ini hanya dilakukan oleh pemeran profesional. Hihi. Atau pemeran yang sudah mencoba 5 cara sebelumnya, tapi menurutnya masih gagal. Akhirnya, ya udah lah, hai apa kabar lagi. Berlanjut menjadi penonton di story whatsup dan sosial media lainnya. Kalau jodoh ya pasti balik lagi dan berakhir di pelaminan.
Oke, sekian enam cara move on dari mantan.
Lah terus, mana yang paling pas hei? Main udahan aja. Ngaco!
Hihi, gini teman-temanku atau bahkan mantanku yang budiman, ekhem. Untuk tahu mana yang paling pas, sebelumnya kamu harus tentuin dulu nih apasih definisi move on menurut kamu. Misal, move on itu udah nggak berhubungan sama dia, move on itu nggak sedih lagi kalau ingat dia, dan sebagainya.
Nah, kalau udah nemu definisi move on versi kamu, aku rasa salah satu dari enam cara di atas ada yang pas buat kamu. Contohnya nih, bagi kamu move on itu dapat pacar baru. Ya udah cara yang paling pas ya cari pacar/gebetan baru lagi. Atau move on itu ikut bahagia lihat dia bahagia. Berarti kamu nggak perlu blokir sosmed mantan. Walaupun mungkin ada teman yang bilang ‘yaelah ngapain masih follow mantan. Belum bisa move on?’ Abaikan! Caramu move on nggak harus sama kayak cara teman kamu move on. Nggak perlu paksain blokir sosmed kalau kamu emang nggak bisa lakuin itu. Nggak perlu paksain tetap jalin komunikasi kalau ternyata jiwa raga kamu nggak kuat lihat dia suatu saat sama yang lain. Paham?
Jadi, cara move on yang paling pas buat kamu ya yang sesuai sama kapasitasmu. Sanggupmu seberapa, sanggupmu yang mana. Bukan kata si A si harus gini harus gitu. Nggak harus. Oke?
Selamat menemukan cara paling tepat untuk move on dari patah hati terhebat.
@kutuhati



0 Comments