Sumber gambar: finansialku.com
Hai. Ini adalah tulisan perdanaku di tahun 2020 setelah lama libur nulis di blog pribadi. Sibuk jatuh cinta pada orang yang salah soalnya. Oke, ini bukan waktu untuk nulis cinta-cintaan. Next time ya.
Aku mau tanya, diantara Bapak dan Ibu kalian, siapa yang paling jago dalam urusan nego? Maaf, Ibu Bapak udah nggak ada, maaf nggak tahu Bapak Ibuku siapa. Ganti pertanyaan, diantara teman laki-laki dan perempuan, mana yang paling jago dalam urusan nego? Maaf, aku nggak punya temen cowo. Haduh kok ya jadi ribet.Gini aja, menurut kalian, diantara laki-laki dan perempuan, mana yang paling jago dalam hal nego? Ya ampun aku nggak denger jawaban kalian apa. Kalau menurut aku, perempuan.
Pertama, aku mengamati di keluargaku. Kalau pergi beli sesuatu sama Bapak, nggak ada acara nego. Harga 50k misalnya, ya dibayar 50k. Paling sampai di rumah kena semprot Ibu. Beda cerita kalau beli sesuatu sama Ibu, proses nego menuju deal itu bisa ditinggal ngurus SKCK. Terus biasanya ada sesi dimana Ibu memutuskan untuk meninggalkan si penjual. Padahal dalam hati ‘panggil aku ayo panggil lagi’.
Kedua, aku mengamati di lingkungan pertemananku. Kebanyakan teman perempuan bisa nego dengan tingkat keahlian yang berbeda. Ada yang nego sebatas ‘nggak bisa kurang nih’ ada juga yang udah pro ‘segini aja udah. Ini uangnya. Barangnya saya bawa’.
Kedua, aku mengamati di lingkungan pertemananku. Kebanyakan teman perempuan bisa nego dengan tingkat keahlian yang berbeda. Ada yang nego sebatas ‘nggak bisa kurang nih’ ada juga yang udah pro ‘segini aja udah. Ini uangnya. Barangnya saya bawa’.
Ketiga, aku mengamati di lingkungan sekitar. Terutama di pasar sih. Kalau Bapak-bapak yang belanja, jarang banget ada yang nego. Pilih, bayar, pergi. Semudah itu.
Dari pengamatanku itulah, aku berpendapat bahwa perempuan lebih pintar nego. Tapi, harus pintar nego nggak sih? Engga harus kok. Buat kalian kaum-kaum sepertiku yang nggak bisa nego, belajarlah untuk bilang ‘maaf, nggak jadi’. Duh, malu. Masa udah tanya harga tapi nggak jadi? Nggak apa-apa, daripada tetap beli tapi harga nggak sesuai budget. Mau kalian perempuan atau laki-laki, sah aja kalau bisa nego. Karena ada kalanya nego itu perlu. Tapi jangan nego ke pedagang kecil. Kalau bisa, kasih lebih. Mereka jualan buat bisa makan, bukan untuk kaya. Mereka nggak nyari untung besar-besaran, 500 sampai 1.000 aja udah bersyukur banget. Gitu sih dari apa yang pernah aku baca dan aku sependapat dengan itu.
Dari pengamatanku itulah, aku berpendapat bahwa perempuan lebih pintar nego. Tapi, harus pintar nego nggak sih? Engga harus kok. Buat kalian kaum-kaum sepertiku yang nggak bisa nego, belajarlah untuk bilang ‘maaf, nggak jadi’. Duh, malu. Masa udah tanya harga tapi nggak jadi? Nggak apa-apa, daripada tetap beli tapi harga nggak sesuai budget. Mau kalian perempuan atau laki-laki, sah aja kalau bisa nego. Karena ada kalanya nego itu perlu. Tapi jangan nego ke pedagang kecil. Kalau bisa, kasih lebih. Mereka jualan buat bisa makan, bukan untuk kaya. Mereka nggak nyari untung besar-besaran, 500 sampai 1.000 aja udah bersyukur banget. Gitu sih dari apa yang pernah aku baca dan aku sependapat dengan itu.



0 Comments